Home / Adat dan Budaya / 40+ Baju Adat Bali untuk Upacara Adat dan Pakaian Pengantin

40+ Baju Adat Bali untuk Upacara Adat dan Pakaian Pengantin

Jovagema – Baju Adat Bali – Pakaian Adat bali selalu menampilkan keunikan tersendiri dalam hal secara visual. Desainnya terlihat khas seolah kita kembali di jaman masa kerajaan dulu. Konon baju adat tersebut banyak memiliki filosofi tersembunyi yang tak banyak di ketahui masyarakat umum bahkan masyarakat bali itu sendiri. Tentu informasi tersebut harus kita tanyakan kepada pakar yang masih memegang erat budaya di sana.

Masayarakat dewata yang masih kental dengan budaya di bali meyakini jika filosofi tersebut berasal dari tuhan Sang Hyang Widhi. Berdasarkan ajaran Hindu, baju adat yang saat ini masih sering di gunakan pada upacara adat bali mengandung arti kedamaian dan ketentraman bagi siapa-siapa yang memakainya.

Banyak sekali jenis pakaian adat yang bisa kita temukan saat kita berkunjung ke pulau dewata bali. Kita tidak perlu mengunjungi museum hanya untuk melihat baju-baju adat tersebut. Kita hanya cukup jalan-jalan di sekitar sana dan pasti belasan hingga puluhan baju adat bali bisa kalian temukan. Hal tersebut di karenakan bali merupakan tempat wisata yang sering di kunjungi oleh banyak orang. Sehingga bukan hal mustahil jika setiap harinya selalu ada pameran upacara adat yang di perankan oleh orang yang berpakaian adat.

Sejarah Baju Adat Bali

Baju Adat Bali

Bali cukup terkenal dengan banyaknya peninggalan sejarah kerajaan Hindu, sehingga sebagian besar masyarakat di sana menganut agama non Muslim. Banyak sekali peninggalan kerajaan yang masih bisa kita temukan seperti alat musik tradisional, tarian adat, rumah adat hingga beberapa budaya adat lainnya.

Pada zaman kerajaan hindu dulu pakaian adat bali hanya di gunakan oleh para bangsawan berdarah biru. Hal tersebut juga tentu menjadi alasan kenapa baju adat tersebut terlihat cukup menarik secara visual. Warna dan desain yang di tampilkan cukup menonjol. Tentu hal ini akan membuat masyarakat dari luar tertarik dengan nilai dan sejarah dari pakaian tersebut.

Jenis Baju Adat Provinsi Bali

Baju Adat Bali

Seiring dengan bergulirnya waktu, kerajaan mulai sudah terhapuskan dari pulau dewata. Namun lantas masyarakat tak membiarkan peninggalan tersebut punah begitu saja. Setelah terhapusnya kerajaan di provinsi bali, semua masyarakat kini berhak memakai baju adat bali tanpa memandang dia bangsawan ataupun orang kecil.

Saat ini ini pakaian adat banyak di temukan di acara-acara penting seperti acara pernikahan, acara keagamaan dan acara-acara adat terutama. Di bawah ini Jenis Baju Adat khas bali yang masih bisa kita temukan di pulau dewata antara lain :

Baju Adat Payas Jangkep

Baju adat bali ini sering menjadi pakaian yang di kenakan pada acara-acara penting seperti pernikahan. Kata Jangkep memiliki arti “Lengkap” yang mengharuskan pakaian dari Pria dan wanita harus mengikuti lengkap pakaiannya yakni :

  • Pakaian Pria : Terdiri atas Kuaca (Baju lengan pendek, lengan panjang, kemeja dan jas), Destar, Umpal + Kampuh, Sabuk, Wastra + Lembaran, keris (optional), Alas kaki (optional).
  • Pakaian wanita : Terdiri atas sanggul pada bagian rambut yang di sesuaikan dengan riasan, lalu kebaya, sesenteng, sabuk atau stagen, wastra dan alas kaki (optional).

Baju Adat Payas Madya

Baju Adat Bali

Baju payas madya sering kita temukan di acara keagamaan masyarakat Hindu bali seperti di tempat beribadah seperti pura dan juga saat berlangsung acara adat di tepi pantai. Baju adat bali ini merupakan baju yang sering kita temui pada sebagian acara penting di bali. Tentu ada perbedaan antara baju pria dan wanita.

  • Baju pria : Para pria biasanya memakai baju yang terdiri dari baju, kampuh + umpal, sabuk, kain panjang, selempot, destar dan alas kaki (optional)
  • Baju Wanita : Terdiri atas kebaya, wastra, perhiasan wanita, sanggul di bagian rambut dan kepala, senteng, sabuk dan alas kaki sebagai opsi.

Baju Adat Payas Alit

Baju adat berikutnya adalah baju payas alit yang merupaka baju khas bali yang memiliki aturan dalam pemakaian yaitu :

  • Baju Pria : Terdiri dari baju, selompot, wastra, sabuk dan alas kaki (optional)
  • Baju Wanita : Sementara untuk wanita yang di pakai adalah kostum berupa baju ( tidak harus memakai kebaya dan Adapun jika tidak memakai kebaya juga diperbolehkan hanya memakai Senteng. ), senteng, stagen/sabuk, kain dan alas kaki.
  • Baju Anak ; Khusu bagi anak-anak yang masih di bawa umur, tidak di wajibkan memakai baju adat akan tetapi masih di perbolehkan dalam mengikuti acara dalam baju payas alit ini.

Baju Adat Payas Agung

Baju adat berikut ini merupakan baju yang paling terkenal di pulau dewata bali, dikarenakan baju ini memiliki desain yang sangat mewah dengan kombinasi warna cerah sehingga sesiapapun yang melihat akan terpesona dengan keanggunan pakaian adat ini. Baju adat payas agung ini sering kita temukan pada acara pernikahan dan acara-acara keagamaan masyarakat Hindu bali.

Baju payas agung memiliki artian tersendiri dari desain dan warna yang di tampakkan. warna cerah mengartikan kegembiraan bagi orang mengenakannya. Siapa saja yang memakai baju ini akan terlihat anggun dan memiliki pesona tersendiri. Payas Agung yang sekarang ini sudah menjadi agak berbeda dari pada pakaian Payas Agung pada zaman dahulu. Hal itu terjadi karena perkembangan zaman modern yang dimodifikasi dengan gaya modern namun tetap tidak menghilangkan ciri khas baju khas Bali.

Penggunaan Pakaian Adat Bali

Selain memperhatikan jenis pakaian adat yang di pakai oleh masyarakat bali. Kita juga harus tau pakaian adat tersebut biasa di gunakan dalam acara apa saja. Berikut ini tujuan penggunaan pakaian adat bali yang bisa menambah wawasan kita. Karena kita adalah manusia yang ingin tahu dan selalu manambah wawasan :

Untuk upacara pengarep / manggala para penduduk menggunakan kostum atau baju adat Payas Gede. Hal ini dikarenakan acara ini dianggap suci yang mana diupacarakan saat pengadaan upacara manusa yadnya serta dipakai dalam upacara penting lainnya seperti Yajamana.

Sedangkan untuk acara yadnya yang menghubungkan antara manusia satu dengan yang lainnya. Didalamnya terkandung acara hormat menghormati, harus menggunakan pakaian jangkep atau busana lengkap.
Adapun busana bali jenis Alit dipakai saat terdapat kondisi kerja atau acara kesopanan.

Kekhususan pemakaian baju adat di masyarakat pada acara-acara tertentu merupakan salah satu bentuk kedisiplinan masyarakat menjaga dan melestarikan budaya yang ada di sana. Hal tersebut juga tak luput sebagai cara menunjukkan filosofi secara visual kepada masyarakat luar. Tentu saja pada mereka yang belum mengerti sejarah dan keadaan bali pada zaman dahulu.

Sekian artikel ini saya bagikan hanya sebatas penambah wawasan untuk Anda yang sangat tertarik dengan budaya yang ada di negara indonesia ini. Semoga bisa membantu memberikan wawasan yang pas untuk Anda yang sedang belajar dan terus belajar.

About Soadi

Menulis untuk hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *