Cara Menanam Bawang Merah (Budidaya Bawang Merah)

Jova Gema – Apakah Anda tahu bagaimana cara menanam bawang merah?, Jika Anda belum tahu, Anda akan segera mengetahuinya melalui ulasan yang sudah kami siapkan untuk Anda. Karena pada kesempatan kali ini kami akan ulas pembahasan tentang cara mudah menanam bawang merah. Yang mana kita akan mengulasnya secara jelas kepada Anda agar cukup memberikan informasi yang membantu memberikan referensi pada Anda.Tanpa perlu berlama-lama yuk kita simak ulasan mengenai cara menanam bawang merah yang kami sajikan di bawah ini.

Bawang merah atu yang biasa di sebut Allium ascalonicum adalah tanaman hortikultura musiman yang mempunyai nilai jual cukup tinggi. Namun sewaktu-waktu bisa mengalami penurun harga yang anjlok saat sedang kebanjiran produksi (lagi musim). Harga makin anjlok ketika pemerintah membuat kebijakan impor yang terkadang makin memperparah anjloknya harga bawang merah.

Untuk menghindari turunnya harga bawang merah tersebut, di perlukan upaya dengan melakukan penanaman dan budidaya di luar musim.

Menanam bawang merah ternyata membutuhkan penyinaran matahari lebih dari 12 jam sehari. Budidaya bawang merah sangat cocok di lakukan di dataran rendah (ketinggian 0 hingga 900 meter dari permukaan laut). Suhu optimal yang di butuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman ini berada di kisaran 25 hingga 32 derajat celcius dengan keasaman tanah sekitar pH 5, 6 hingga 7.

Pada kesempatan kali ini Jova Gema ingin memberikan ulasan lengkap mengenai langkah-langkah menanam tanaman bawang merah yang kami kutip dari blog alamtani yang sudah berkunjung dan belajar dari pengalaman para petani bawang di brebes, jateng.

Cara menanam bawang merah yang baik dan benar

cara menanam bawang merah

Di bawah ini adalah cara yang cukup baik untuk budidaya bawang merah agar bisa panen dengan hasil panen berkualitas tinggi.

Menyiapkan benih

Banyak sekali benih bawang merah yang bisa kita pilih untuk kita tanam. Kita bisa menggunakan benih lokal atau bisa memakai benih hibrida impor. Kemudian benih tersebut bisa berbentuk umbi atau juga dalam bentuk biji.

Benih yang baik adalah benih yang berasal dari umbi yang di panen tua. Benih yang baik setidaknya yang sudah di simpan selama 2-3 bulan. Pilihlah benih dengan ukuran 1 hingga 2 cm dan bentuk yang tidak rusak serta memiliki warna merah tua mengkilap.

Mengolah tanah

Siapkan lahan berbentuk bedengan dengan lebar 1 hingga 2 meter dan tingga 20-30 cm dan panjang sesuai lokasi lahan. Beri jarak antar bedengan sekitar 50 cm yang sekalian di baut menjadi parit dengan kedalaman 50 cm pula. Gemburkan tanah dengan mencangkulnya berulang ulang sedalam 20 cm. Bentuk permukaaan bedengan merata dan tidak melengkung.

kemudian setelah tanah selesai di gemburkan, tambahkan dolomit atau kapur sebanyak 1 hingga 1.5 ton/hektar. Kapur sebanyak itu di berikan apabila tanah memiliki keasaman hingga 5,6 pH. Pemberian dolomit ini di lakukan sebelum 2 minggu dari penanaman. Tambahkan pupuk dasar seperti pupuk kompos dan pupuk kandang. Taburkan campuran pupuk pada bedengan lalu aduk pada tanah hingga tercampur merata. Anda juga bisa menambahkan campuran ZA(100kg), urea(47kg), KCL(56kg) dan juga SP-36(311kh) pada setiap hektar lahan yang sudah di gemburkan. Kemudian biarkan selama satu minggu.

Penanaman

Setelah menunggu selama 1 hingg 2 minggu, siapkan benih yang berupa biji atau umbi bawang yang sudah siap untuk di tanam. Lakukan pemotongan pada ujung umbi sekitar 0.5 cm yang bertujuan untuk memecahkan masa dorman dan mempercepat pertumbuhan tanaman.

Beri jarak tanaman 15×15 cmm jika penanaman di lakukan pada musim kemarau. Namun jika penanaman di lakukan pada musim hujan beri jarak sekitar 20×20 cm. Yang terakhir tanam bawang merah dengan membenamkan seluruh bagian umbi bawang merah kedalam tanah. Lakukan penyiraman pada tanah yang sudah di tanami umbi setidaknya 1 hingga 2 kali dalam sehari.

Lakukan pemupukan susulan ketika tanaman sudah berumur 2 minggu dan juga 5 minggu, Samakan kadar pupuk dan juga bahan tamabhan seperti saat proses penggemburan tanah diatas.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman bawang merah

Hama seperti ulat bisa di cegah dengan cara mengambilnya secara manual hingga daun bersih dari hama tersebut. Cara lainyaa yaitu dengan menyemprotkan insektisida yang memiliki bahan aktif klorfirifos.

Penutup

Itulah pembahasan yang bisa Jova Gema sampaikan untuk Anda mengenai Cara Menanam Bawang Merah (Budidaya Bawang Merah), yang mana cara di atas cukup mudah untuk dilakukan. Sekian pembahasan yang bisa Jovagema.com bagikan untuk Anda, Semoga apa yang kami bagikan bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda, terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*