Tribe Eye, Teknologi Sensor Infra Merah dan Pupil Mata

By | 11 Februari 2019

Pembahasan kita kali ini tentang teknologi sensor terbaru, yakni tribe eye.

Apa itu Tribe Eye

Seiring kemajuan jaman maka akan lahir temuan-temuan produk baru. Temuan tersebut dapat berupa software atau hardware yang semakin canggih yang akan semakin bisa memudahkan manusia. Nah jika dulu input pada handphone menggunakan tombol keypad, yang kemudian beralih dengan menggunakan sistem QWERTY. Kemudian sekarang ini sudah beralih dengan menggunakan layar sentuh atau touchscreen atau yang biasa kita sebut dengan sistem layar sentuh. Maka kini sudah berkembang lagi teknologi terbaru cara input data atau perintah pada perangkat gadget dengan menggunakan mata, atau gerakan pupil mata lebih tepatnya, yang disebut sebagai teknologi tribe eye. Jadi input data tersebut tidak lagi menggunakan jari-jari tangan namun sudah bisa dengan menggunakan mata.

Tribe Eye

Ilustrasi Tribe Eye jovagema

Hal ini tentu akan sangat berguna dan memudahkan bagi penyandang disabilitas yang tidak memiliki jari maupun tangan. Sehingga selama ini mengalami kesulitan dalam melakukan proses input data atau perintah pada sebuah perangkat gadget. Tribe eye adalah sensor inframerah yang terintegrasi dengan pupil mata sehingga melalui gerakan pupil mata tersebut maka data dapat diinput pada suatu perangkat gadget.

Penemu Teknologi

Teknologi ini ditemukan oleh seorang mahasiswa PhD jurusan IT yang menempuh kuliahnya di Universitas Copenhagen. Temuan pertamanya dinamai submilimeter pupil tracking, yang lalu berkembang menjadi tribe eye tersebut dan terus masih dikembangkan.

Bagian-bagian Sistem Tribe Eye

Secara keseluruhan sistem Teknologi ini terdiri atas sebuah aplikasi, lalu ada seperangkat kamera, beserta sensor infra merah yang dirakit menyatu pada perangkat suatu gadget. Gadget tersebut dapat berupa handphone atau notebook atau personal computer (PC) atau suatu laptop.

Cara Kerja

Dengan menggunakan sensor infra merah maka gerakan pupil mata akan ditangkap lalu digunakan untuk mengontrol gadget yang sudah terintegrasi ke dalam sistem teknologi tersebut. Gerakan pupil mata tersebut akan ditransfer menjadi data alogaritma khusus guna menjadi input pada perangkat gadget. Prosesnya diawali terlebih dahulu dengan melakukan kalibrasi mata agar menyesuaikan suatu ikon pada aplikasi yang dijalankan di gadget. Sehingga selanjutnya gerakan-gerakan pupil mata tersebut dapat dialihkan menjadi suatu data alogaritma.

Demikian pembahasan kita kali ini tentang teknologi sensor terbaru, yakni tribe eye.  Pembahasan ini diharapkan dapat memungkinkan dan memudahkan para penyandang disabilitas yang tidak memiliki jari dan tangan supaya dapat mengontrol dan memberikan perintah dan input pada perangkat gadget yang mereka miliki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *